Selasa, 03 Februari 2009
Mesir Imbau Relawan Indonesia Keluar dari Gaza
”Tidak ada alasan yang jelas mengapa para relawan diminta keluar dari Gaza. Kemungkinan terkait dengan perkembangan situasi di Gaza yang mulai memanas lagi,” kata Sunaryo melalui telepon dari Gaza City, Minggu (1/2).
Disebutkan Sunaryo, menurut informasi yang dia peroleh, saat ini ada 15 warga Indonesia di Gaza yang masuk melalui Rafah, baik sebagai relawan maupun reporter media. Seluruhnya sudah diinformasikan tentang perkembangan terbaru dari Mesir tersebut.
Menyusul permintaan kepada para relawan untuk segera meninggalkan Gaza, pemerintah Mesir rencananya akan menutup pintu perbatasan yang ada di Rafah pada 5 Februari. Seterusnya pintu masuk ke Gaza yang akan dibuka melalui perbatasan Israel dan Mesir, yakni lewat Karem Abu Shalom dan El Auga.
Sebanyak Rp 1,5 miliar dana sudah disalurkan, baik secara tunai maupun penyediaan dana untuk pembangunan pabrik roti. Sementara sisa bantuan yang belum disalurkan sebanyak Rp 1 miliar lagi, masih dalam pembahasan di DD Jakarta, akan dialokasikan dalam bentuk apa.
”Seluruh bantuan yang direncanakan sebanyak Rp 2,5 miliar Insya Allah akan disalurkan bagi warga Gaza, masalah waktu saja,” kata Sunaryo. (Hanin Mazaya/detiknews)
Mujahid Al Qassam “Diselamatkan” Al-Quran
Dr Hisam Az Zighah menyatakan hal yang telah ia saksikan itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Di hadapan para wartawan ia menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.
Cerita bermula dengan datangnya salah seorang pejuang yang menderita luka di rumah sakit As Syifa', lalu dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Akan tetapi ketika proses pemeriksaan medis dilakukan, dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.
Timah panas itu gagal menembus jantung pejuang itu, karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Quran yang selalu berada di saku si pejuang. Buku kumpulan doa itu berlobang, akan tetapi hanya sampul muka mushaf yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah "berantakan".
Demikian, Allah telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. [Hanin Mazaya/hidayatullah]
Senin, 02 Februari 2009
10 Hal Tentang Propaganda
1 - Menyajikan fakta (kebenaran) bukan berarti terlepas dari yang namanya propaganda; propaganda berkembang pesat dalam menyajikan berbagai jenis kebenaran, termasuk fakta yang hanya mengandung setengah kebenaran, fakta yg sama sekali tidak benar, fakta yang terbatas, lepas dari konteks kebenaran itu sendiri. Propaganda modern yang paling efektif adalah ketika propaganda tersebut menyajikan informasi seakurat mungkin. Menyajikan Kedustaan yang besar atau Kebohongan Tinggi merupakan bentuk propaganda yang paling tidak efektif.
2 - Propaganda tidaklah begitu banyak didesign untuk mengubah pendapat sebanyak sebagaimana ia didesign untuk memperkuat pendapat, prasangka dan sikap yang ada. Propaganda yang paling berhasil adalah propaganda yang akan mendorong manusia untuk beraksi atau sebaliknya memperkuat sesuatu yang tadinya sudah diyakini oleh manusia sebagai kebenaran, kemudian dijadikan sedemikian hingga orang itu tidak lagi mempercayai kebenaran tersebut dan menjadikannya malas melakukan kebenaran yang sebelumnya telah ia yakini.
3 - Pendidikan tidaklah memerlukan perlindungan terbaik melawan propaganda. Para cendikiawan dan mereka "yang berpendidikan" merupakan komponen yang paling ringkih terhadap kampanye propaganda, karena mereka (1) cenderung menyerap kebanyakan informasi (termasuk informasi dari tangan kedua, kabar dari orang, desas-desus, dan informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya); (2) terpaksa memiliki pendapat atas hal-hal yang terjadi pada suatu hari tertentu dan hingga dengan begitu mereka mengekspos pendapatnya sendiri lebih daripada pendapat-pendapat orang lain dan mengkampanyekan propaganda; dan (3) menganggap diri mereka sendiri bebas dari pengaruh propaganda, dengan cara demikian mereka telah membuat diri mereka sendiri lebih rentan terhadap propaganda.
4 - Apa yang membuat penelitian mengenai propaganda menjadi demikian meragukan adalah bahwa secara umum hal tersebut dianggap sebagai penelitian sisi yang lebih gelap dari sifat kami; penelitian mengenai kejahatan mereka lawan sisi baik kami. Mereka yang kami pertimbangkan sebagai kejahatan yang berkembang pesat dalam propaganda, sementara kami hanya menyebarkan kebenaran saja. Cara terbaik untuk mempelajari propaganda adalah dengan memisahkan pertimbangan-pertimbangan etis seseorang dari fenomena gejala itu sendiri. Propaganda berkembang pesat dan eksis, demi kepentingan etis dan tidak etis.
5 - Propaganda mencoba mengubah pendapat umum, khususnya untuk menjadikan orang agar menyesuaikan diri terhadap sudut pandang propagandis. Dalam segi ini, propaganda manapun merupakan suatu bentuk manipulasi, untuk merubah aktivitas individu menjadi aktivitas khusus.
6 - Bentuk-bentuk komunikasi Modern, termasuk media massa, merupakan alat-alat propaganda. Tanpa pemusatan monopoli media massa, bisa dipastikan tidak ada terjadi propaganda modern. Untuk propaganda agar berkembang pesat, media harus tetap terpusat, kantor berita dan layanannya harus dibatasi, pers harus berada di bawah pimpinan pusat, dan radio, film, dan monopoli televisi harus meliputi semuanya.
7 - Setiap orang harus peduli terhadap yang namanya propaganda, keterbatasannya, kekuatannya, pengaruhnya, dan kualitas persuasifnya, manakala seseorang menguasainya. Dengan mengatakan bahwa "seseorang bebas dari pengaruh propaganda" justru itu merupakan suatu tanda pasti bahwa propaganda tersebut telah tersebar dalam masyarakat.
8- Propaganda Modern bermula di negara berhukum thoghut Amerika Serikat pada awal Abad 20-an. Selama Perang Dunia I, media massa diintegrasikan dengan metode hubungan masyarakat dan periklanan demi mengadvokasi dan membiayai bantuan untuk perang. Dewan Kembu mendirikan kampanye humas Amerika pertama untuk menyebarkan dan menebarkan ajaran injil dengan cara Amerika ke seluruh penjuru bola dunia.
9 - Di Negara thoghut Amerika Serikat, propaganda komersial pribadi merupakan hal yang sama pentingnya dengan gagasan demokrasi propaganda pemerintah. Iklan komersial menarik perhatian orang-orang melalui periklanan, yang merangsang fantasi dan dorongan hati yang tidak masuk akal, merupakan beberapa bentuk propaganda yang paling tersebar dalam keberadaannya hari ini.
10 - Propaganda dalam suatu sistem kuffar demokrasi memperlihatkan fakta dalam pengertian bahwa propaganda tersebut menciptakan "pengikut sejati" yang secara ideologi terikat dengan perkembangan demokrasi tersebut sebagaimana lainnya yang terikat secara ideologi atas kontrolnya. Pengabadian sistem kuffar demokrasi dan keyakinan ideal dalam menghadapi kekuatan yang terpusat dalam institusi-institusi propaganda (baik itu media maupun institusi-institusi politik) merupakan suatu bentuk kemenangan propaganda busuk yang terjadi dalam masyarakat modern Amerika (ص'l).
Artikel ini disusun oleh Nancy Snow, Ph.D. (Jacques Ellul, Propaganda) yang kemudian diterjemahkan secara bebas tanpa mengurangi makna yg sebenarnya.
Sumber: Theunjustmedia.com
FUUI Ungkap Dua Club Aliran Zionis di Bandung
| "Kedua kaki tangannya Zionis itu ialah Rotary Clun dan Lions Club. Keduanya ada di Bandung dan induknya ialah Fremasonry dengan dalangnya Zionis Israel," ungkap Athian Ali saat jumpa pers di Sekretariat FUUI Bandung, Sabtu (31/1/2009). Awalnya, pihaknya pernah mendapat laporan dari Kejaksaan terkait aktifitas menyimpang dari kedua club tersebut. "Pada tahun 2001 kejaksaan sudah memberitahu saya, tapi saya belum yakin. Setelah diselidiki, ternyata dana yang dihimpunnya dikirimkan ke Amerika dan dilanjutkan untuk mendanai Zionis Israel," jelasnya. Tiga maklumat yang dikeluarkan itu adalah, mendesak Presiden RI untuk mencabut Kepres RI Nomor 69 Tahun 2000 yang mencabut Kepres RI Nomor 264 Tahun 1962 dan memberlakukan kembali Kepres RI no 264 tahun 1962. "Karena Kepres tersebut berisi melarang Rotary Club diIndonesia," jelas Athian. Maklumat kedua, mengingatkan umat Islam akan fatwa para Ulama Mekkah dan Komisi Fatwa Al-Azhar mengenai haramnya bergabung dengan Rotary Club dan Lions Club serta kafirnya seseorang yang dengan sadar menjadi anggota Rotary Club dan yang bersangkutan mengetahui tujuan yang sebenarnya. "Ketiga mengimbau umat Islam yang kini bergabung dengan gerakan Freemasonry atau salah satu jaringannya agar segera menanggalkan keanggotaannya," tegas Athian Sementara itu, saat wartawan hendak mengkonfirmasi ke Rotary Club Bandung di Gedung Fakultas ITENAS Jalan P.H.H. Mustofa, Bandung, tidak ada seorang pun. "Semuanya libur kalau hari sabtu," ungkap salah seorang satpam Itenas yang enggan disebutkan namanya. Ketika ditanya apakah dirinya mengenal salah seorang pengurus. Dia mengaku tidak mengetahui, tetapi sesekali memang ada beberapa orang disekretariat tersebut[rofx/okz] |
Tentara Zionis Israel : “Kami Akan Menembak Apapun yang Bergerak”
"Kami menghantam Zeitun hingga ke dalam tanah," uajr salah seorang tentara seperti dilansir Times Online.
Setelah operasi militer dihentikan, wilayah pinggiran di Timur Gaza hampir rata dengan tanah, semuanya menjadi puing-puing reruntuhan.
"Kami mengetahui segalanya mengenai jebakan manusia, kami tahu mereka mencoba menangkap kami dan jika mereka tidak dihentikan maka kami akan berakhir... jadi kami tidak punya pilihan. Kami hantam mereka dengan tembakan-tembakan dan mereka pun tidak lagi memiliki kesempatan."
Pasukan zionis Israel berada di Zeitun sejak 4 Januari hingga diumumkannya gencatan senjata oleh pemerintah Israel, selama itu pula mereka melakukan kejahatan terhadap warga sipil Palestina.
29 anggota keluarga Samuni dibunuh setelah tentara zionis Israel, laknatullah, memaksa mereka memasuki sebuah gedung setelah itu menembakkan meriam ke arah gedung itu. 23 anggota keluarga dibunuh perlahan-lahan dengan membuat luka di tubuh mereka dan membiarkan mereka sekarat selama tiga hari, laporan lain menambahkan.
Keluarga lain juga dilaporkan mengalami peristiwa serupa, saksi mata mengatakan tentara Israel terus menembak walau mereka telah mengangkat bendera putih tanda menyerah.
Batalion Givati terkenal dengan tentara terburuk yang melakukan penyerangan terhadap penduduk Palestina termasuk membunuh anak-anak. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)