
Gema adzan menggema di masjid At Taqwa, diantara reruntuhan bangunan yang masih bisa digunakan.
Meskipun diiringi dentuman keras jet-jet teroris Israel, para jamaah berkumpul ke masjid di daerah Gaza barat. Dalam beberapa menit, mereka pun menunaikan kewajiban shalatnya tanpa mempedulikan bom-bom Israel.
"Saat mereka mendengar panggilan untuk shalat, maka berbondong-bondonglah
menuju masjid", kata Sheikh Radwan, imam masjid yang tidak terlalu besar itu.
Seperti masjid-masjid lain di Gaza, masjid At Taqwa hampir seluruh bangunannya hancur setelah menjadi target kebiadaban Israel.
"Setiap hari kami sembahyang diantara puing-puing masjid kami," kata sang Imam.
Lebih dari 50 masjid dihancurkan zionis Israel selama pembunuhan terhadap rayat Gaza sejak 27 Desember lalu.
Serangan terburuk terjadi pada masjid Ibrahim Al Maqodma, saat shalat jama'ah sedang dilaksanakan, 16 orang syahid (insya Allah) dan beberapa yang lainnya luka-luka.
"Saat teroris Israel menghancurkan masjid, orang-orang tercekam rasa takut," kata Sheikh Awad al Sha'er, imam masjid Khulafa Arrasyidin di Gaza utara.
"Namun dengan mendengar adzan pagi hari, muncul lagi semangat mereka."
"Masjid kami akan tetap penuh apapun kondisinya. Kami tidak akan membiarkan penjajahan ini mengosongkannya," demikian imbuh seorang jama'ah masjid.
Menurut mereka, dengan tetap bertahan di rumah tidak membuat mereka tetap aman dari serangan Israel, sehingga apapun akan mereka lakukan untuk sampai ke masjid.
Selain itu, masjid-masjid yang masih tersisa juga digunakan sebagai basis untuk memberikan bantuan pada rakyat Gaza. (rmd/iol)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar