Organisasi medis internasional telah melaporkan kondisi di Gaza selama beberapa hari terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menerbitkan laporannya dalam waktu dekat ini.
Tim dokter yang terdiri dari 12 orang Arab Israel dari Dokter untuk HAM kembali pada hari Ahad. Mereka memperingatkan sistem kesehatan sangat terbatas dan bahwa banyak pasien terluka memiliki resiko sekarat.
Riyad Haddad, ahli bedah di Pusat Medis Carmiel di Haifa, mengatakan “Ada banyak bantuan medis, namun perawatan dokter adalah hal yang paling dibutuhkan oleh Gaza setelah beberapa bulan terputus dari dunia luar.”
Ia mengatakan para teknisi kurang terlatih untuk mengoperasikan peralatan rumah sakit modern, para dokter belum menghadiri seminar medis mengenai perkembangan terbaru dalam pekerjaan mereka, dan kurangnya tim perawat yang terlatih.
Ia juga mengatakan bahwa Gaza kekurangan psikolog yang sangat dibutuhkan untuk menangani banyaknya trauma mental.
Dari ribuan orang yang terluka, lebih dari 600 orang menjadi cacat, ia berujar, “Gaza sangat membutuhkan pusat rehabilitasi untuk menangani orang cacat.”
Dr Haddad mengatakan banyak dokter di Gaza yang melaporkan banyaknya luka yang tidak normal dan sulit untuk disembuhkan yang disebabkan oleh Israel karena penggunaan senjata uji coba selama serangan itu.
Ia juga memperingatkan bahwa ranjau telah menewaskan banyak anak yang sedang bermain dengan amunisi yang ada diantara reruntuhan. Minggu lalu, Komite Palang Merah Internasional mengatakan ranjau menyebabkan “ancaman baru yang utama” bagi penduduk sipil.
Gaza juga mungkin menghadapi epidemik besar seperti kolera yang dapat menyebabkan lebih banyak korban lagi. Dr. Haddad berkata,
“Walaupun sebagian besar mayat sudah dibersihkan dari reruntuhan, Anda dapat melihat dan mencium ada bangkai hewan dimana-mana, seperti domba, kambing, anjing dan kucing. (emy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar