Selasa, 03 Februari 2009

PESAN MUJAHID KEPADA AHLI IBADAH

Wahai para ‘abid
(Ini adalah petikan surat yang ditulis oleh Sheikhul Mujahid Abdullah bin Mubarak, untuk saudaranya, seorang Zahid dan Abid, Sheikhul Fadlil Fudlail bin Iyadl. Abdullah bin Mubarak adalah salah satu ulama generasi tabiut tabiin, termasuk dari kalangan ulama ahlu tsugur. Hidup Beliau Rahimahullah dalam setahun dibagi tiga, sepertiga untuk berniaga, sepertiga untuk beribadah dan berdakwah, dan sisanya adalah berperang fi sabilillah. Sementara Sheikh Fudlail bin Iyadl, salah satu ulama Haramain. Beliau Rahimahullah, adalah salah satu lambang dan Hujjah Allah atas hamba-hambaNya yang tersesat jalan dan bermaksiat. Sheikh Fudlail bin Iyadl awalnya seorang ahlul maksiat, seorang perampok dan pembegal yang kejam. Lalu Allah membuka hatinya dan melimpahkan hidayah. Hingga Beliau bertobat dan membaktikan dirinya dengan khusyu di Masjidil Haram.
Surat yang sarat makna ini ditulis oleh Abdullah bin Mubarak di medan pertempuran, sebagai peringatan, tausiyah, dan tadzkirah, kepada saudaranya fillah, Fudlail bin Iyadl. Tetapi sesungguhnya surat ini adalah tadzkirah, kepada kita semua, untuk tidak lalai, dan bersiap, menempuh “Jalan yang Menghidupkan….” …Yang menghidupkan diri kita dan ummat keseluruhan….)

Wahai para ‘abid (yang khusyu beribadah) di Tanah Haramain
Jika kalian menyaksikan keadaan kami
Niscaya kalian akan menyadari
Ibadah kalian seakan senda gurau

Jika pipi kalian basah
oleh air mata kekhusyuan
Maka ketahuilah, leher-leher kami basah…
bersimbah merah kesumba darah

Wewangian pada pakaian putih
yang kalian gunakan beribadah
Wewangian kami….
Debu-debu yang diterbangkan gemerincing pertempuran

Apakah sama…
Kuda-kuda yang dipacu untuk mengejar kesia-siaan?
Kuda-kuda kami telah lelah dipacu
untuk mendobrak musuh yang memutih di hadapan

Tidakkah telah tiba kepada kalian?
Kata-kata dari Rasulullah tercinta
kata-kata yang shahih dan shadiq
tiada dusta…..

“TIDAKLAH MUNGKIN BERKUMPUL
LETIKAN BARA API NERAKA
BERSAMA DENGAN DEBU-DEBU
JIHAD FI SABILILLAH!”

Apakah belum sampai kepada kalian?
Wahyu yang turun dari Singgasana Ar Rahman
“LAISA SYAHIDU BI MAYYITIN! -
TIDAKLAH PARA SYAHID ITU MATI”

“Berapa banyak orang yang melontarkan kata-kata, lalu kemudian kata-katanya itu lenyap terkubur bersama kematiannya. Tetapi jika engkau bersedia mati demi keyakinanmu, maka kata-katamu akan hidup. Dan ketika engkau menghadap Allah, kata-katamu akan hidup dikekalkan di dunia, diwariskan dari generasi ke generasi, dijadikan petunjuk jalan, hingga kalangan terakhir dari orang-orang yang mengikuti jalanmu itu dikumpulkan Allah bersamamu… di Surga. Mereka semua berkata kepada Allah, “Sesungguhnya kami hidup dan dihidupkan, di antaranya karena mengikuti teladan dari pendahulu kami yang sholeh”. Alangkah berbahagia, ketika di antara deretan para pendahulu yang sholeh itu, namamu disebutkan dengan rasa ridla dan bangga…”

In Memorial: kepada para Syuhada, kalian yang telah dikekalkan namanya oleh Dzat yang Maha Kekal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar