Selasa, 27 Januari 2009
Hamas Siapkan 5000 Hafidz Al-Qur'an untuk Melawan Israel
Para mujahidin Palestina dalam menghadapi tentara Yahudi tidak hanya menggunakan batu atau pun roket, tapi mereka berperang juga didasari keimanan yang kuat sehingga mereka tak akan takut mati.
"Para mujahidin di bumi Palestina berperang dengan dilandasi keimanan yang kuat sehingga mereka mendapat pertolongan dari Allah," katanya.
Serangan Israel ke Jalur Gaza selama 22 hari itu telah banyak memakan korban, sedikitnya 1300 warga Palestina meninggal dan lebih dari 5400 orang lainnya terluka
Inggris Tutup Lembaga Bantuan Islam
Interpal adalah lembaga amal yang berbasis di London yang berdiri sejak 1994, yang memberikan bantuan kemanusian di Tepi Barat, Gaza, Lebanon, dan Jordania. Pada tahun 1996 dan 2003, lembaga ini pernah diinvestigasi oleh Komisi Amal Inggris tentang keterkaitannya dengan Hamas. Namun tidak ada bukti yang mengarah ke sana.
Dua tahun lalu, Interpal dipaksa mengganti rekening mereka di Natwest Bank, karena desakan kuat dari pemerintah AS. Kemuadian mereka membuka rekening baru di Islamic Bank of Britain (IBB), sehingga membuat para donatur tetapnya kesulitan untuk mengirimkan donasi.
Pihak pemerintah Inggris sering mengaitkan keberadaan lembaga ini dengan organisasi pejuang Islam yang berada di berbagai negara.
Hal juga terjadi terhadap lembaga amal Islam lain di Inggris saat ini. Pemerintah Inggris ingin memotong jalur bantuan dari Eropa ke Palestina.
Terlebih dengan situasi Gaza yang sedang dilanda serangan agresor Israel, membuat muslimin di Inggris kesulitan untuk memberikan bantuan kepada saudaranya di Palestina.
Swedia Melegalkan Nikah Sejenis
|
Dalam jajak pendapat terakhir, 71 % dari penduduk Swedia menyetujui pernikahan ini. Bahkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Sveriges Television (SVT) di kalangan gereja menunjukkan 68 % dari 1700 pastur melegalkan pernikahan sejenis di gereja mereka, 21 % menolak, dan 11 % abstain. Ini menjadikan Swedia menjadi negara pertama yang melagalkan perkawinan sejenis di mayoritas gereja. |
Senin, 26 Januari 2009
Bantuan Dari Indonesia direncanakan Untuk Bangun RS Permanen di Gaza
Menyusul bantuan kepada warga Gaza tahap selanjutnya, Indonesia dan Palestina mengesahkan nota kesepahaman atau MOU untuk rencana pembangunan sebuah rumah sakit permanen di kota Gaza, Palestina.
Mou tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak jumat kemarin, yaitu oleh wakil dari relawan MER-C Indonesia dan Menteri Kesehatan Palestina di Kota Gaza, dr Bassim Naim. Selain itu, hadir pula Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad, anggota presidium MER-C, dr Jose Rizal Jurnalis, SpOT, dr Indragiri SpAN dan Mohammad Mursalim (staf logistik), serta salah satu tokoh ulama Hamas ustadz Ahmad "Abu Ja'far" Beseisa yang mendampingi menteri kesehatan Pakistan.Menurut Sarbini Abdul Murad, penandatanganan MOU yang dilakukan di sebuah tempat di Kota Gaza itu mengawali sebuah inisiatif dari wakil masyarakat Indonesia. Dal hal ini, pemerintah Indonesia menyerahkan pembangunan rumah sakit di Gaza melalui Depkes. "Bila MOU itu kemudian dapat diwujudkan dalam sebuah program bersama antara elemen rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia, itu akan menjadi sebuah ikhtiar monumental dalam hubungan Indonesia-Palestina," katanya.
Menanggapi hal itu, Menkes Palestina di Gaza Bassim Naim menyambut baik rencana yang ide awalnya atas inisiatif MER-C Indonesia, yang kemudian akan membawanya kepada pemerintah di Jakarta untuk dilanjutkan pada tahap lebih lanjut. "Rumah sakit jelas akan sangat membantu rakyat Palestina, yang setiap waktu menjadi korban kebiadaban Israel, apalagi banyak korban adalah warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak,” katanya.
Ia mengharapkan bahwa MOU itu dapat diwujudkan dalam bentuk nyata, meski untuk itu tidak mudah, terlebih dengan kondisi Jalur Gaza yang terisolir. "Tapi kalau ini semua dikerjakan dengan tulus dan ikhlas, Insya Allah ada jalan keluar," kata Bassim Naim.
Dikemukakannya pula bahwa rakyat Palestina di Gaza menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dan bantuan terus-menerus dari rakyat dan pemerintah Indonesia dalam perjuangannya mewujudkan negara Palestina merdeka.
Penggabungan Organisasi relawan MER-C Indonesia pekan lalu mewacanakan kemungkinan menggabungkan dana yang diamanahkan rakyat Indonesia dengan dana Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan sebuah pembangunan rumah sakit permanen di Jalur Gaza, Palestina.
"Saya dan dr. Jose Rizal Jurnalis, SpOT sudah berdiskusi untuk kemungkinan penggabungan dana itu, sehingga ada RS baru di Gaza, " kata Faried Thalib, staf logistik MER-C. Menurut laporannya, kondisi Rumah Sakit As-Shifa sangat memprihatinkan pasca gempuran Israel. Sedangkan banyak korban yang harus diberikan perawatan. Oleh karena itu perlu ada rumah sakit permanen yang baru untuk perawatan dan pelayanan kesehatan.
Penerimaan donasi untuk Palestina yang diterima MER-C Indonesia jumlahnya mencapai hampir Rp10 miliar. Sementara total bantuan kemanusiaan dari Indonesia, semula hanya dua ton obatan-obatan dan uang tunai Rp2 milar, dalam perkembangannya meningkat menjadi 1 juta dolar AS atau Rp11 miliar dan itu sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Bantuan tahap pertama dari Indonesia telah disampaikan langsung kepada Menkes Palestina di Rammalah dr Fathi Abu Moughli di Amman, Yordania pada 3 Januari 2009, yakni berupa dua ton obat-obatan senilai Rp300 juta dan uang tunai Rp1 miliar. Bantuan yang diserahkan itu kemudian disalurkan ke Jalur Gaza lewat Tepi Barat. Namun karena untuk masuk Gaza lewat pintu perbatasan Yordania harus melalui wilayah Israel, maka tim kemanusiaan bersama sejumlah wartawan Indonesia yang meliput gagal masuk langsung ke Gaza akibat kondisi itu. Selanjutnya bantuan tersebut mesti dibawa atas kerja sama dengan LSM milik Raja Yordania "Jordan Hashemite Charity" sebagai satu-satunya lembaga yang selama ini mendapat izin Israel untuk bisa masuk ke Gaza melalui wilayah Israel.
Kemudian, bantuan tahap kedua diserahkan ke Rafah, perbatasan Mesir-Palestina sebesar Rp2,1 miliar, yakni dari pemerintah Rp700 juta, MER-C Rp900 juta dan BSMI Rp500 juta, berupa obat-obatan dan ambulan, yang diterima oleh Faiz Hasunah (25), perwakilan warga Gaza.
Ketua Delegasi Tim Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina, dr Rustam S Pakaya, MPH, yang juga Kepala Pusat Pengendalian Krisis Depkes, menjelaskan bahwa setelah bantuan tahap pertama dan kedua sudah disampaikan, kini bantuan tahap ketiga, dari total komitmen bantuan senila 1 juta dolar AS akan segera disiapkan.(Syhdt/sbl)
MUI: Ramalan Masa Depan Haram!
Ulama mengingatkan, ramalan masa depan di TV haram. Allah menolak shalat bagi yang percaya selama 4o hari. Apa dosa para staf TV yang uangnya hasil dari iklan perdukunan?
Pendangkalan aqidah yang dilakukan paranormal atau dukun terus terjadi dan makin canggih. Dulu prakteknya secara konvensioanl, kini sudah lintas media, baik cetak hingga elektronik (TV).
Tak main-main, para dukun (sering menyebut paranormal, red) mengeluarkan uang untuk beriklan. Kenyataannya, iklan para dukun di TV tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Ada yang bertajuk tanggal lahir, primbon, ramalan bintang dan banyak lagi yang lainnya.
>> Joko Bodo
Lihatlah gaya mereka, layaknya Tuhan, sang penentu nasib manusia. “Dengan nama dan nomor handphone Anda, saya bisa meramal bagaimana masa depan Anda nantinya”, kata Deddy Colbuzier pria yang dikenal tukang sulap dan kini merambah perdukunan.
Begitu juga dengan Ki Joko Bodo, “Tuntunan saya akan membawa hidup Anda menjadi lebih sukses, percayalah!
Tidak jauh beda yang dilakukan Mama Lauren, perempuan setengah tua ini berkata, “Saya akan melihat bagaimana masa depan Anda dan memberitahukan Anda apa yang seharusnya Anda lakukan. Dan ada juga mengatakan primbon saya baik buat Anda.”
Dosa besar
>> KH. Miftachul Ahyar
Menurut Musytasyar PWNU Jatim, K.H. Miftachul Ahyar, iklan ramalan yang ada di TV merupakan kemungkaran yang dibisniskan. Para peramal tidak lain, hanya mencari profit (profit oriented) semata dengan modus ramalan. Padahal, hal itu diharamkan oleh islam karena bisa merusak aqidah seseorang. Sebab, menurut Kiai Ahyar, urusan nasib, jodoh, rizki, dan ajal merupakan ketetapan Allah. “Manusia tidak bisa meramal nasib masa depan seseorang dengan menembus dimensi rahasia Allah,” ujarnya kepada www.hidayatullah.com.
Hukum mendatangi paranormal atau yang disebut dukun, menurut K.H. Miftachul Ahyar dosa besar dan bisa berakibat syirik. Kiai Akhyar mensitir hadits Roshulullah SAW:
“Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (agama Islam). [HR Abu Daud, Bukhari, Ahmad dan Tirmidzy]
Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga mengancam orang yang mendatangi dukun dengan tidak diterima shalatnya selama 40 hari. “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751).
K.H. Miftachul Ahyar menambahkan, masyarakat jangan sampai terkecoh jika ada ramalan yang terbukti benar. Seperti kasus terjadinya Tsunami di Aceh, Lumpur Lapindo Sidoarjo, meninggalnya Pak Harto yang diramal Mama Lauren. Fenomena itu, menurutnya kebetulan dan bisa jadi bantuan jin (khadim) jahat. Selain itu, kebenaran ramalan tersebut merupakan ujian bagi orang yang beriman.
Fenomena iklan klenik atau ramalan juga diakui Miftakhul Ahyar tidak hanya membuat gerah umat Muslim, namun juga membahayakan dan merusak aqidah. Apalagi, hal itu telah tersistem dengan rapi antara konsumerisme (TV) dengan para peramal. Mereka, sebelum meraup profit sebanyak-banyaknya, tidak akan pernah men-stop tayangan ramalan tersebut. Jadi, menurut Akhyar, untuk menghilangkan tayangan tersebut butuh peran pemerintah. Kita hanya bisa membentengi jamaah dengan memberi pencerahan kepada mereka dengan cara turun ke bawah (grass root) melalui lailatul ijtima', pengajian dan lain sebagainya.
Setengah hati
Iklan ramalan memang terlihat dari content yang disampaikan. Merubah nasib dan masa depan dengan berbekal tanggal lahir dan nomor HP merupakan perbuatan syirik yang dapat membahayakan aqidah. Hal ini juga diakui oleh ketua MUI pusat K.H. Ma'ruf Amin, bahwa ramalan dan perdukunan apapun bentuknya termasuk haram.
Namun, menanggapi hal tersebut, sejauh ini MUI belum melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan iklan ramalan yang berada di sejumlah setasiun TV.
“Kita belum bisa mengambil langkah lebih jauh, sebab masih banyak agenda MUI yang belum diselesaikan”, tuturnya.
Menurutnya, memang MUI pada saat bulan Ramadhan pernah me warning beredarnya iklan ramalan, namun setelah bulan Ramadhan usai, warning tersebut tidak pernah terdengar lagi. Alasannya, belum tepat waktu nya.
Namun, Ma'ruf Amin juga menghimbau kepada seluruh setasiun TV agar konsisten untuk tidak mengizinkan iklan yang berbau ramalan. Selain setasiun TV, dia juga menghimbau kepada Komisi Penyiaran Indonesia (PKI) agar memberikan kontrol ketat terhadap tayangan yang dinilai membahayakan aqidah umat ini.
Yang belum terjawab, bagaimana hukumnya para seluruh creuw dan staf televise (TV) yang telah ikut terciprati iklan barang “haram” seperti pedukunan ini? Dan bagaimana efeknya uang yang dibawa dan dimakan untuk anak-anak mereka? Apakah berpengaruh terhadap keberkahan? Kita tunggu jawabannya dari para ahli fikih.