Rabu, 04 Februari 2009

1500 Syahid, 3700 Calon “Mujahid” Lahir dalam 22 Hari

Tanda-tanda kebesaran Allah terus terkuak. Selama serangan Israel yang menelan 1500 nyawa, Allah memunculkan 3700 bayi

Hidayatullah.com—Berbeda dengan mental tentara Zionis-Yahudi yang dikenal takut mati, Melahirkan adalah bagian dari pada jihad bagi warga Gaza. Karenanya, kematian bukan sesuatu yang ditangisi. “Kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami akan mendatangkan beribu-ribu penggantinya,” demikian ujar seorang ibu di Gaza

“HilangBayi Gaza seribu, tumbuh tiga ribu,” begitulah yang terjadi di Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1412 putra- putrid Gaza, justru diobati Allah dengan lahirnya 3700 bayi. Menariknya, mereka lahir selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan, dalam 22 hari serangan Israe, sebanyak 3700 bayi lahir di Gaza.

“3700 bayi telah terlahir antara 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009. ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” ujarnya.

Bulan Januari ini saja, terdaftar angka kelahiran tertinggi, dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza, dan dalam satu bulan tercatat 3000 hingga 4000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1300 kelahiran. Yakni dalam bulan Januari, terjadi peningkatan kelahiran hingga mencapai1000 kasus,” ucapnya dikutip islamonline.net.

“Ini adalah karamah untuk penduduk Gaza, yang telah kehilangan banyak nyawa,” ungkapnya dengan penuh kegembiraan.

Menurutnya, jika dibandingkan antara angka kematian dan kelahiran di Gaza, maka angka kalahiran mencapai 50 ribu sedangkan kematian mencapai 5 ribu tiap tahunnya.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus mesa depan Gaza, 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2000 anak serta 1000 wanita mengalami luka-luka,” unggapnya.

Langit Turunkan “Anwar Baru”

Anwar, adalah nama anak Gaza yang baru lahir dari keluarga Mahmud Ulyan. Nama itu juga nama saudara kandungnya yang telah syahid.

“Mereka membunuh Anwar, dan langit telah menurunkan Anwar yang baru.”

Jalan Al Yarmuk, barat kota Gaza telah kehilangan 15 penduduknya selama serangan Israel berlangsung. Akan tetapi mereka mendapatkan 30 bayi, yang lahir di masa itu.

Tampaknya Israel akan terus berhadapan dengan masalah demografi Palestina, dimana angka kelahiran di negeri itu semakin bertambah setelah terjadi peperangan. Ummu Ahmad, ibu 4 anak menegaskan hal itu.

“Dengan izin Allah, saya akan melahirkan setiap tahun satu anak, kami akan terus memerangi mereka, kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami akan mendatangkan beribu-ribu penggantinya.”

Statistik menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun, terjadi peningkatan jumlah penduduk di Gaza, dari 1 juta menjadi 1,5 juta jiwa. Yakni bahwa peningkatan mencapai hingga 50%. Kalau tahun 1997 Gaza meyumbang 36% jumlah penduduk Palestina, kini penduduk Gaza menyumbang 40 % kepada penduduk Palestina secara keseluruhan.

Perkiraan tahun 2025 rakyat Palestina mencapai 6 juta jiwa. Peningkatan inilah yang dikhawatirkan Israel. Urnun Suvir, dosen Universitas Haifa menulis dalam buku terbarunya, bahwa meningkatnya jumlah penduduk Palestina, akan mengancam strategi Israel dan mengancam keberadaan ”negara Israel”.

Israel boleh saja berencana melakukan makar. Namun faktanya, makar Allah jauh lebih hebat dan lebih dasyat. [iol/tho/www.hidayatullah.com]

Keterangan: Para wartawan mengambil gambar kembar empat; Mohammed, Ahmed, Hussam, Abdul Rahman dan Iman di RS. As Shifa , Gaza. [Abid Katib/Getty Images]
Zionis belum berhenti membantai, kok kita berhenti membantu? Sisihkan sebagian harta Anda untuk membantu rakyat Gaza di "Hidayatullah.com Peduli Palestina". No Rek BCA: 822 0279422 CP Redaksi www.hidayatullah.com 081-357342242

Aktivis Liberal Bela Rotary

Maarif Institute, sebuah LSM beraliran liberal "membela" Rotary Club yang diisukan FUUI terkait jaringan Israel dan Zionis-Yahudi

Hidayatullah.com--Raja Juli Antony, Direktur Pelaksana Maarif Institute, sebuah LSM beraliran Rotary Logoliberal "membela" Rotary Club yang diisukan berhubungan dengan Yahudi sebagaimana disampaikan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Athian ALi M Dai belum lama ini.

Menurut Raja Juli Antoty, larangan Rotary Club dan Lions Club tidaklah beralasan. Sebab menurutnya, organisasi itu sudah dianggap banyak menolong kaum muda Indonesia meneruskan studi mereka dan membantu banyak masyarakat.

"Sejauh yang saya tahu, Rotary misalnya memiliki tujuh pusat global yang secara khusus membantu anak-anak muda dari negara-negara berkembang menyelesaikan studi, khususnya dalam penelitian konflik dan pemecahan," katanya dikutip theJakartaPost.com.

Lebuh jauh, Raja mengatakan tidak ada bukti tuduhan bahwa Rotary Clubs ebagai ancaman kepada orang Muslim.

Sebagaimana diketahui, Athian Ali dalam jumpa pers di Sekretariat FUUI Bandung, Sabtu, 31 Januari 2009 kemarin mengungkapkan, dua club itu hanya berkedok kemanusiaan dan telah memiliki jaringan dengan Israel. FUUI bahkan mengeluarkan tiga maklumat yang mendesak dibubarkannya klub tersebut.

"Kedua kaki tangannya Zionis itu ialah Rotary Club dan Lions Club. Keduanya ada di Bandung dan induknya ialah Fremasonry dengan dalangnya Zionis Israel.

Tiga maklumat yang dikeluarkan itu adalah, mendesak Presiden RI untuk mencabut Kepres RI Nomor 69 Tahun 2000 yang mencabut Kepres RI Nomor 264 Tahun 1962 dan memberlakukan kembali Kepres RI no 264 tahun 1962. "Karena Kepres tersebut berisi melarang Rotary Club diIndonesia," jelas Athian.

Lion ClubMaklumat kedua, mengingatkan umat Islam akan fatwa para Ulama Mekkah dan Komisi Fatwa Al-Azhar mengenai haramnya bergabung dengan Rotary Club dan Lions Club serta kafirnya seseorang yang dengan sadar menjadi anggota Rotary Club dan yang bersangkutan mengetahui tujuan yang sebenarnya.

"Ketiga mengimbau umat Islam yang kini bergabung dengan gerakan Freemasonry atau salah satu jaringannya agar segera menanggalkan keanggotaannya," tegas Athian.

Lions Club didirikan Milvan Jones dengan nama International Association of Lions Club bulan Mei 1917 di Chicago. Ketika itu diselenggarakanlah pertemuan pertamanya. Perlu pula diketahui bahwa Chicago merupakan salah satu kota di mana beberapa Rotary Club telah lahir.

Lions kini memiliki 1,3 juta anggota di 205 negara, termasuk Indonesia. Para ahli berkeyakinan bahwa klub ini berinduk kepada B'Nai B'Rits, yaitu salah satu pecahan kelompok Yahudi yang menginduk langsung kepada Freemasonry. Di Indonesia Lions telah memiliki 45 cabang dengan anggota sebanyak 1.450 orang. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]


Gaza Rawan Kolera

Image

Dokter di Gaza yang melaporkan banyaknya luka yang tidak normal dan sulit untuk disembuhkan yang disebabkan oleh Israel karena penggunaan senjata uji coba selama serangan itu

Organisasi medis internasional telah melaporkan kondisi di Gaza selama beberapa hari terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menerbitkan laporannya dalam waktu dekat ini.

Tim dokter yang terdiri dari 12 orang Arab Israel dari Dokter untuk HAM kembali pada hari Ahad. Mereka memperingatkan sistem kesehatan sangat terbatas dan bahwa banyak pasien terluka memiliki resiko sekarat.

Riyad Haddad, ahli bedah di Pusat Medis Carmiel di Haifa, mengatakan “Ada banyak bantuan medis, namun perawatan dokter adalah hal yang paling dibutuhkan oleh Gaza setelah beberapa bulan terputus dari dunia luar.”

Ia mengatakan para teknisi kurang terlatih untuk mengoperasikan peralatan rumah sakit modern, para dokter belum menghadiri seminar medis mengenai perkembangan terbaru dalam pekerjaan mereka, dan kurangnya tim perawat yang terlatih.

Ia juga mengatakan bahwa Gaza kekurangan psikolog yang sangat dibutuhkan untuk menangani banyaknya trauma mental.

Dari ribuan orang yang terluka, lebih dari 600 orang menjadi cacat, ia berujar, “Gaza sangat membutuhkan pusat rehabilitasi untuk menangani orang cacat.”

Dr Haddad mengatakan banyak dokter di Gaza yang melaporkan banyaknya luka yang tidak normal dan sulit untuk disembuhkan yang disebabkan oleh Israel karena penggunaan senjata uji coba selama serangan itu.

Ia juga memperingatkan bahwa ranjau telah menewaskan banyak anak yang sedang bermain dengan amunisi yang ada diantara reruntuhan. Minggu lalu, Komite Palang Merah Internasional mengatakan ranjau menyebabkan “ancaman baru yang utama” bagi penduduk sipil.

Gaza juga mungkin menghadapi epidemik besar seperti kolera yang dapat menyebabkan lebih banyak korban lagi. Dr. Haddad berkata,

“Walaupun sebagian besar mayat sudah dibersihkan dari reruntuhan, Anda dapat melihat dan mencium ada bangkai hewan dimana-mana, seperti domba, kambing, anjing dan kucing. (emy)

Selasa, 03 Februari 2009

140.000 Pasukan AS Ditarik dari Irak Tahun Depan

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengatakan sebanyak 140.000 pasukannya di Irak akan dipulangkan dalam setahun. Meski belum seluruhnya, ini merupakan pertanda bahwa ribuan pasukan AS yang sudah berada di Afghanistan masih kewalahan menghadapi perang gerilya para mujahidin sehingga Obama ingin mengalihkan perhatiannya ke Afghanistan.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC dan dikutip Reuters, Senin (2/2/2009), Obama menyatakan, jika dirata-rata, jumlah 140.000 tersebut berarti satu hingga dua brigade pasukan AS dipulangkan setiap bulannya.

Pemerintahan Obama kini mulai fokus untuk menangani masalah Afghanistan bersama pasukan koalisi NATO, ia menganggap pasukannya masih kewalahan menghadapi para mujahidin. Sehingga AS sudah menyatakan akan menambah jumlah pasukannya hampir dua kali lipat di Afghanistan dari 36.000 menjadi 60.000 dalam 18 bulan.

AS sendiri masih memiliki waktu hingga 2011 untuk pergi dari Irak berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani kedua pemerintah tahun lalu. Selama lima tahun invasi ke Irak, jumlah pasukan AS yang tewas mencapai 4.236 orang. (okz/fani)

Para Anggota Dewan Israel Terjerat Kasus Pelecehan Seksual




Tuesday, 03 February 2009

ImageAlislamu.com -- Salah satu sumber Israel berbahasa Ibrani berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual terbaru yang dilakukan oleh para anggota dewan, kasus ini sengaja ditutupi oleh pemerintah Zionis Israel demi menjaga nama baik mereka.

Dalam kasus pelecehan seksual itu, melibatkan salah seorang pimpinan anggota dewan Israel. Ia dan para anggota dewan lainnya melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang wanita yang juga anggota dewan, demikian menurut laporan berita di salah satu TV di Israel sebagaimana yang dikutip oleh laman islammemo, Selasa (03/02).

Korban pelecehan seksual itu mengadukan pimpinannya dan para anggota dewan lainya ke pengadilan dengan tuduhan telah melakukan tindakan pelecehan seksual. Namun, ia merasa kecewa terhadap pengadilan tempat ia mengadukan kasus itu. Pengadilan menolak aduannya dengan alasan pihaknya tidak berhak menangani kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pimpinan dan anggota dewan di Israel.

Kasus pelecehan seksual di kalangan para anggota dewan Israel ini bukan pertama kali terjadi, tapi sudah berulang kali. Salah satu kasus pelecehan seksual yang pernah terjadi di kalangan anggota dewan Israel adalah sebagaimana yang menimpa Nbal Ghebriily.

Dalam kesaksiannya ia mengatakan, "Para lelaki yang menjadi anggota dewan itu tidak jauh beda dengan laki-laki lain yang ada di masyarakat umum di Israel."

Pada kesempatan lain, korban seksual yang dulu juga menjabat sebagai anggota dewan pernah mengaku bahwa ia selalu menjadi obyek pelecehan seksual di kalangan para anggota dewan. Menurutnya, tak kurang tiga kali dalam sehari mereka melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Di Israel, sebenarnya telah ditetapkan undang-undang yang mencegah tindak pelecehan seksual pada tahun 1998. Namun pada kesempatan yang sama, ketika kasus pelecehan seksual itu terjadi di kalangan para anggota dewan undang-undang itu seolah tidak berlaku bagi mereka. Bahkan, pemerintah cenderung menutupi kasus tersebut. (ism/fani)