Rabu, 15 April 2009

Seorang Profesor Asal Prancis Masuk Islam di Arab Saudi

Seorang profesor dan dokter specialis penyakit jiwa asal Prancis, Prof. Dr. Roland Dar Denis, mengumumkan keislamannya di sela-sela keikutsertaannya pada acara Konferensi Internasional ketiga yang diadakan oleh Pangeran Sultan bin Salman bin Abdul Aziz di Arab Saudi, sebagaimana diberitakan oleh situs Islammemo, Selasa (14/4).

Masuk Islamnya Prof. Dr. Roland disambut dengan senang hati oleh Pangeran Sultan bin Salman. Dalam sambutannya itu, pangeran mengenalkan sedikit tentang ajaran Islam kepada Prof. Dr. Roland. Ia menjelaskan, Islam adalah agama fitrah dan petunjuk serta membawa keselamatan bagi hambanya yang shaleh. Selain itu, Islam juga memberikan kedudukan yang mulia bagi hambanya yang bertaqwa.

"Sesungguhnya Islam adalah agama fitrah dan petunjuk. Kami sebagai kaum muslimin merasakan kebahagiaan dan ketentraman dalam Islam, Islam juga memerintahkan kepada perkara-perkara yang mulia. Islam adalah risalah yang nyata bagi kaum muslimin dan di dalamnya diajarkan jihad yang nyata, jihad dalam ilmu, beramal, dan memberi manfaat bagi manusia lainnya," katanya.

Setelah mendapat sambutan yang cukup baik dari Sultan, Dr. Roland mengucapkan kalimat syukur kepada Allah karena Ia telah memudahkannya untuk masuk ke dalam agama Islam yang benar. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Sultan yang telah memperhatikannya dan mengajarkan sedikit tentang ajaran Islam.

Tak lama setelah acara Konferensi Internasional selesai, Prof. Dr. Roland bergegas melakukan ibadah umrah di Makkah untuk yang pertama kalinya setelah ia masuk Islam.

Senin, 13 April 2009

Sekjen Baru Nato Pendukung Kartun Nabi saw

Image
Hanya Turki yang sempat menentang pemilihan Rasmussen. Hal itu terkait hilangnya popularitas Rasmussen akibat penerbitan kartun Nabi Muhammad di Denmark pada 2005 lalu
Setelah perdebatan panjang, akhirnya para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memilih Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen sebagai Sekjen baru NATO.

Rasmussen secara resmi menjadi sekjen NATO menggantikan Jaap de Hoop Scheffer yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 31 Juni mendatang.

Meski komando militer NATO berada di tangan AS, namun untuk jabatan sekjen, akan dipilih di antara pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa.

Mayoritas negara-negara anggota NATO khususnya Inggris, Perancis, dan Jerman begitu juga AS mendukung terpilihnya perdana menteri Denmark sebagai sekjen baru pakta pertahanan itu.

Hanya Turki yang sempat menentang pemilihan Rasmussen. Hal itu terkait hilangnya popularitas Rasmussen akibat penerbitan kartun Nabi Muhammad di Denmark pada 2005 lalu.

Pada waktu itu, perdana menteri Denmark ini mendukung penerbitan dan publikasi kartun-kartun Nabi Muhammad dengan alasan kebebasan berekspresi. Padahal karikartur itu jelas-jelas menghina umat Islam termasuk negara Turki yang berpenduduk mayoritas muslim.

Dalam pertemuan pemimpin NATO itu, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengkritik sikap Rasmussen yang menghina Nabi dan umat Islam di dunia. Ia menyatakan bahwa pencalonan perdana menteri Denmark sebagai sekjen NATO tidak akan memberikan kontribusi pada perdamaian dunia.

Tetapi, setelah mendapatkan jaminan dari Presiden AS, Barack Obama dan sebagian pemimpin Eropa, akhirnya Turki bisa menerima pencalonan itu.

Dengan terpilihnya sekjen baru NATO, kini negara-negara anggota pakta pertahanan itu menanti gebrakan dan ide-ide baru Rasmussen dalam menghadapi berbagai tantangan yang membayangi mereka.

Anders Fogh Rasmussen terpilih sebagai sekjen NATO saat pakta pertahanan yang beranggotakan dari 28 negara itu berada dalam kondisi sulit.

Dibalik Kunjungan Dadakan Obama ke Irak

ImagePresiden AS, Barack Obama kemarin (Selasa, 7/4) melakukan kunjungan dadakan ke Baghdad, ibu kota Irak. Sejumlah media di AS menulis,

kunjungan Obama itu selain ditujukan untuk bertemu para komandan dan serdadu AS, juga mengadakan pembicaraan singkat dengan para pemimpin Irak.

Meski kedatangan itu disebut sebagai kunjungan mendadak, namun rencana kunjungannya ke Irak dapat diprediksikan jauh sebelumnya jika memperhatikan slogan dan janji-janji yang dilontarkan Obama semasa kampanye. Pada waktu itu, Obama menjadikan transformasi Irak sebagai isu utama kampanyenya.

Selama kampanye pilpres AS, Obama melakukan manuver-manuver politik terkait krisis di Irak khususnya penarikan pasukan AS dari negara itu dalam jangka waktu 16 bulan. Manuver ini tergolong sukses dan mampu menaikkan popularitasnya hingga mengungguli rivalnya dari Kubu Republik.

Rencana penarikan pasukan AS dalam jangka waktu 16 bulan mendapat penentangan keras dari para politikus dan jenderal Pentagon. Akhirnya, Obama terpaksa mengubah keputusannya itu dan menyatakan akan menarik 140 ribu serdadunya dari Irak hingga Agustus 2010. Sedangkan sisanya akan tetap dipertahankan hingga akhir 2011 sesuai dengan Pakta Keamanan Washington-Baghdad.

Beberapa waktu lalu, Irak khususnya Baghdad didera oleh berbagai ledakan dan aksi teror setelah Obama mengumumkan strategi barunya soal penarikan bertahap serdadu AS dari sejumlah kota-kota Irak. Seiring dengan peristiwa itu, sejumlah pejabat politik dan militer Washington memperingatkan kemungkinan terciptanya kembali instabilitas dan kekerasan di Negeri 1001 itu.

Para analis menilai peringatan itu sebagai upaya untuk mempengaruhi Obama agar meninjau ulang keputusannya terkait pengurangan jumlah pasukan di Irak. Dalam kunjungan perdana ke Irak, Obama sepertinya ingin melihat dari dekat perkembangan di kawasan sekaligus mendengar masukan dan keterangan para komandan militer AS yang bertugas di sana.

Obama juga ingin menunjukkan bahwa penyelesaian krisis Irak sebagai prioritas kerjanya.

Di Irak sendiri, harapan akan perubahan versi Obama semakin memudar khususnya terkait peningkatan tekanan AS terhadap Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki yang bertujuan mengembalikan anasir Partai Baath ke kancah politik Irak.

Kemungkinan besar, strategi utama Obama bertujuan mengisi kekosongan akibat pengurangan jumlah pasukan di Irak. Kekosongan itu harus disisi dengan mempersiapkan peluang kembalinya anasir Partai Baath ke tampuk kekuasaan lewat pemilu mendatang parlemen Irak. Strategi ini bermaksud memenangkan kubu sekuler yang pro-AS./

Minggu, 05 April 2009

Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi


Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Peternakan Jawa Barat mengimbau masyarakat konsumen umum di Kota Bandung dan Kota Bogor, agar berhati-hati dalam membeli produk dendeng/abon. Imbauan itu dilontarkan terkait ditemukannya beberapa merek dendeng/abon, yang berdasarkan pengujian laboratorium ditemukan kandungan daging babi namun mencantumkan label halal pada kemasannya.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan Jabar H. Koesmayadie, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesmavet, Nana M. Adnan, di Bandung, Selasa (24/3).

Koesmayadie mengatakan, ditemukannya produk dendeng/abon mengandung daging babi, setelah melalui pengujian rutin oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Di Bandung mereka mengambil 31 sampel bakso sapi dan 15 sampel dendeng sapi dari Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Ujungberung, Pasar Antapani, Pasar Cicaheum, Pasar Cicadas, Pasar Kosambi, dan Pasar Basalamah. Di Bogor diambil 17 sampel bakso sapi dan 4 sampel dendeng sapi dari Pasar Balekambang, Pasar Anyar, dan Pasar Bogor, masing-masing pada 11 dan 26 Februari 2009 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Koesmayadie, ditemukan adanya daging babi pada produk dendeng/abon yang diedarkan oleh penjual di pasar tradisional. Lain halnya bakso sapi, sejauh ini belum terbukti adanya penggunaan campuran daging babi.

�Kendati ditemukan adanya merek-merek dendeng/abon tertentu yang menggunakan bahan daging babi, masyarakat konsumen umum tak perlu panik dan tinggal berhati-hati dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli. Kami juga terus memantau sejauh mana peredaran dendeng/abon yang berbahan daging babi di Jabar, demi kenyamanan dan keamanan para konsumen umum,� kata Koesmayadi.

Mereka menyebutkan, produk dendeng/abon yang sudah terbukti menggunakan bahan daging babi, mereknya berinisial CKS No. SP:0094/13.06/92 dan dendeng berinisial CPM No. SP:030/1130/94, di mana pencantuman Halal pun tak sesuai dengan prosedur.

Selama ini, nomor SP berangka 92 dan 94 diketahui berasal dari Jawa Tengah, namun oleh tim penguji merek CKS ditemukan di Pasar Kosambi dan Pasar Basalamah Bandung, sedangkan merek CPM diambil dari Pasar Anyar Bogor.

Menurut Koesmayadie, pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mengedarkan produk dendeng/abon sapi campuran daging babi, dapat mengganggu ketenteraman batin manusia, terutama umat Islam di Jabar. Padahal, Pemprov Jabar melalui Dinas Peternakan Jabar sejak lama selalu menyosialisasikan moto HAUS (Halal, Aman, Utuh, dan Sehat) bagi produk-produk konsumsi berbahan baku hewani serta memasyarakatkan usaha peternakan secara islami bekerja sama dengan MUI.

Jika hanya dilihat dari kepentingan ekonomi, produsennya diduga bertujuan mengambil keuntungan lebih besar dengan mengambil bahan campuran daging babi. Selama ini, bahan yang sering digunakan terutama babi hutan alias bagong, karena harganya jauh lebih murah.

Koesmayadie mengakui, sejumlah kalangan di Dinas Peternakan Jabar mengetahui adanya kebiasaan sejumlah pehobi berburu bagong, yang menjual daging hasil buruannya kepada pembuat dendeng/abon untuk pangsa pasar non-Muslim.

Koesmayadie mempertanyakan motif penjualan produk dendeng/abon yang mengandung daging babi, tetapi dikemas dengan mencatumkan daging sapi dan tulisan halal yang dijual ke pasaran umum. Bahkan, produk ini juga ditemukan di beberapa swalayan dengan harga cukup murah.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LP POM) MUI Jabar, Prof. Dr. H.A. Surjadi, M.A. mengatakan, produk/merek dendeng/abon merek CPS dan CPM sampai kini belum mendapat sertifikat halal dari MUI. Bahkan, tulisan Halal yang mereka cantumkan dalam kemasan tersebut dibuat oleh perusahaan sendiri secara sepihak.

�Kami juga mendesak pedagang yang menjual merek bersangkutan, agar segera menarik produk tersebut dari peredaran dan tak menjual lagi stok yang ada. Kami juga mengimbau agar konsumen Muslim selalu berhati-hati dan cermat saat berbelanja, dan menyampaikan terima kasih kepada BPPHK Cikole atas laporan hasil pengujian oleh mereka,� katanya. (PR/halalguide)

Captain America Kibarkan Bendera Jihad


MOGADISHU – Seorang pria yang menyebut dirinya sebagai seorang warga Amerika memproklamirkan perang suci di Somalia yang disampaikan dalam sebuah video yang diterbitkan pekan ini di sebuah situs pejuang Islam.


Sebuah biro kontraktor pemerintahan Amerika Serikat yang melacak jejak propaganda milisi mengatakan bahwa mungkin dia adalah seorang warga Amerika dengan peranan senior Al-Shabab – sebuah kelompok Mujahidin di Somalia yang berhubungan dengan Al-Qaida.

Sebuah video berdurasi setengah jam menampilkan gambar diselingi lagu rap dengan bahasa Inggris dan menyatakan akan menunjukkan sebuah operasi melawan tentara Ethiopia di Somalia. Hal ini ditampilkan dalam situs yaang biasanya tandzim Al Qaida dan kelompok pejuang Islam lain sering menerbitkan pesan-pesan dan video-video. Sebuah rekaman menunjukkan bahwa video tersebut direkam pada 15 Juli 2008.

Seorang pria dengan rambut gelap panjangnya dan senyum yang lebar seperti berumur 20-an dan menjuluki dirinya sebagai “Abu Mansour al-Amiriki,” atau “The American”, atau “Orang Amerika” mendesak umat Islam seluruh dunia untuk mengirim anak-anak mereka untuk menggantikan pejuang-pejuang Islam yang telah berguguran di seluruh dunia.


“Jika anda bisa memberikan keberanian lebih kepada anak-anak anda, dan kepada lebih banyak tetangga anda, dan siapapun disekeliling anda untuk mengirim orang-orang menuju jihad, hal ini akan menjadi aset yang besar bagi kami,” ia berkata.


Al Amiriki berkata dengan aksen Amerika Utara dan membacakan surat dari Al Quran dengan bahasa Arab yang lancar. Ia terlihat seperti orang Eropa atau kemungkinan orang Arab yang baik tetapi masih diragukan tentang kebangsaannnya atau dimana video tersebut diambil.

Terdapat sedikit tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia berada di Somalia, walaupun beberapa teman-temannya terlihat seperti orang Somalia.

Di ibu kota Somalia, Mogadhisu, veteran perang, Mohamed Muqtar, mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan al Amriki lebih dari dua tahun yang lalu pada sebuah kubu Islami dari Kismayo, Kota terbesar ketiga di Somalia.

“Orang ini adalah orang yang sama, orang Amerika, saya mengenal dia di Kismayo dua tahun yang lalu ketika saya dilatih di sana,” ia berkata. “Pria ini melatih kami bagaimana membuat tanah hancur dan meledak.”

Ia tidak dapat memberi detil bagaimana ia bisa mengenali orang tersebut.

Farhan Haji, veteran perang lainnya yang tinggal di Mogadhisu menunjuk kepada semak-semak hijau pada rekaman video tersebut dan mengatakan bahwa lokasi tersebut tidak terlihat seperti di Somalia.

“Orang ini bisa saja seorang aktor Hollywood dimanapun di dunia,” kata Haji.

“Bom demi bom, letusan demi letusan, hanya akan membawa kembali kejayaan masa lalu,” pria tersebut bernasid. “Mortir demi mortir, kerangka demi kerangka, saya hanya akan berhenti ketika saya mengirimnya ke neraka.”

Ben Vezke, direktur dari IntelCenter, kontraktor Amerika Serikat yang melacak propaganda milisi, mengatakan pada AP bahwa video tersebut terlihat asli.



“Video tersebut diselesaikan dengan cara yang sama dimana peluncurannya juga diselesaikan,” ia berkata. “Kami sama sekali tidak mempunyai alasan untuk mempercayai segalanya yang ada di video tersebut kecuali keaslian video tersebut.”

Adam Gadhan, kelahiran California sepertinya terlihat mencolok pada video-video Al-Qaeda dalam peranannya sebagai tokoh propaganda teratas.

Gadhan, yang menjuluki dirinya Abu Azzam Al Mariki, muncul pada video yang membicarakan tentang kekalahan Amerika di Irak dan di peperangan lainnya melawan Mujahidin dan mendesak warga Amerika untuk berpindah agama menjadi Islam. Pria ini juga telah didakwa di Amerika dengan tuntutan pengkhianatan terhadap negara, dan FBI memberi $1 juta dolar hadiah bagi yang bisa menangkapnya, FBI menyebutnya sebagai bagian integral dari media Al-Qaeda dan cabang perekrutan.

Beberapa anggota komunitas Somali yang tumbuh subur di Minneppolis dan St. Paul telah melaporkan ditanyai oleh FBI sebagaimana yang telah diselidiki apakah beberapa anak muda dibuat radikal di Minnesota dan direkrut untuk bertarung di kampung halaman mereka.

“Ini yang pertama kalinya seorang warga Amerika ditunjuk dalam peran kepemimpinaan senior memberi saran dan mengajari sekelompok Mujahid,” IntelCenter mengatakan dalam sebuah analisis yang dikirim melalui e-mail. “Hal ini merupakan perkembangan yang penting dan tampaknya menandakan perkembangan lain di dalam kelompok tersebut.”

Kelompok Islami di Somalia berkoalisi menjadi aliansi lepas dengan beberapa kelompok pejuang Islam untuk memerangi sebuah pemberontakan melawan pasukan-pasukan dari kelompok Kristen Ethiopia yang lebih berkuasa. Pemerintah telah memanggil warga Ethiopia untuk mengusir kelompok yang dinaungi Islam yang menguasai sebagian besar Somalia Selatan dan Mogadhisu selama enam bulan sampai Desember 2008.

Di bawah sebuah perjanjian damai yang rumit yang dimediasi oleh amerika Serikat, Warga Ethiopia mundur pada Januari dan pemimpin moderat Islam Sheikh Sharif Sheik Ahmed dipilih presiden pada bulan itu.

Pemerintahan lemah Ahmed mengambil alih pada Januari berkuasa secara virtual tanpa wilayah dan berjuang untuk membuktikan keabsahan, namun pemerintahan Ahmed ini tetap di tentang Mujahidin Somalia karena tidak menerapkan Syariat Islam. Dan Al-Shabab Mujahidin yang menguasai sebagian besar kota-kota di Somalia berjuang untuk menerapkan syariat Islam secara penuh(muslimdaily.net/rofx/suaramedia)